source: Pinterest

Hai temen-temen Crackers! Kalian pasti sudah akrab dengan istilah marketing meme, yaitu strategi pemasaran yang memanfaatkan meme untuk mempromosikan produk atau brand dengan cara yang menghibur. 

Nah, belakangan ini, setelah seorang pendakwah yang akrab dipanggil Gus Miftah jadi sorotan karena mengolok-olok seorang penjual es teh bakul, banyak umkm atau brand yang mengemas konten marketingnya dalam bentuk meme dengan konsep kejadian tersebut.

Namun, pertanyaannya, apakah pendekatan ini benar-benar efektif dalam mencapai target pasar? Atau hanya sekadar menarik perhatian sesaat? Mari kita bahas!

Dalam video viral tersebut, Miftah mengolok-olok penjual es teh melontarkan kata “goblok.” Reaksi dari netizen terhadap video ini sangat geram dan ramai dibahas di media sosial.

Dari kejadian ini, banyak UMKM atau brand mulai mengemas konten pemasaran mereka menggunakan potongan video tersebut dalam bentuk meme.

baca juga: Black Friday Merupakan Fenomena 360 Marketing yang Sukses di Amerika?!

Kenapa strategi ini menarik?

Meme yang terinspirasi dari kejadian viral seperti ini memiliki peluang tinggi untuk mendapatkan perhatian besar dalam waktu singkat.

Video ini sudah dikenal luas, sehingga penonton cenderung tertarik karena relevansinya dengan tren. Namun, ada beberapa masalah di balik strategi ini.

  • Fokus yang Terpecah

Penonton lebih tertarik pada cerita viralnya daripada produk atau layanan yang ditawarkan.

  • Keterbatasan Waktu

Isu viral memiliki masa berlaku pendek, sehingga efeknya seringkali tidak bertahan lama.

baca juga: Marketing Pemilik Netflix, Jadi Referensi Utama untuk Dominasi Pasar Digital?!

  • Risiko Negatif

Menggunakan bahan dari isu sensitif atau kontroversial bisa menimbulkan kesan buruk terhadap brand di mata orang-orang tertentu.

Belajar dari kejadian ini, ada cara yang lebih strategis dan berkelanjutan untuk menarik perhatian publik tanpa harus bergantung pada isu viral yang tidak bisa dikontrol.

  1. Gandeng tokoh yang memiliki audiens relevan dengan target pasar.
  2. Buat konten yang kreatif, positif, dan sesuai dengan identitas brand.
  3. Buat narasi yang unik dan memuat nilai emosional, seperti kisah inspiratif atau humor.
  4. Gunakan marketing meme sebagai bagian dari kampanye yang terencana, bukan sekadar memanfaatkan tren.
  5. Jalankan kampanye atau iklan dengan desain konten yang menyasar audiens tertentu.
  6. Fokus menyampaikan nilai dan keunggulan produk di setiap konten, termasuk meme.
  7. Pastikan elemen humor yang tetap relevan dengan identitas bisnis.

Bagi temen-temen Crackers yang mempunyai bisnis, baik pemilik UMKM, CEO, maupun direktur perusahaan besar, penting untuk memahami bahwa marketing meme hanyalah salah satu alat, bukan solusi utama. 

Kombinasikan pendekatan ini dengan strategi pemasaran lain yang lebih terencana dan berkelanjutan untuk mendapatkan hasil optimal.

Crack N See pasti selalu siap membantu kalian! Crack N See adalah agency marketing yang berpengalaman dalam pengelolaan media sosial, branding, dan kampanye yang terukur. 

Hubungi Crack N See disini sekarang juga dan bawa bisnis atau brand kalian ke tingkat yang lebih tinggi! Let’s Crack the market N See the results!

Leave a Reply

Your email address will not be published.