Pernah nggak sih, lagi mentok mikirin strategi bisnis, rasanya kayak jalan di lorong gelap tanpa tahu harus ke mana? Nah, bisa jadi bukan idenya yang kurang, tapi pendekatan berpikirnya yang belum pas.
Selama lebih dari 5 tahun berkecimpung sebagai marketing agency, kami di sudah banyak menghadapi berbagai jenis masalah dan tantangan klien. Dan satu hal yang kami pelajari, cara berpikir itu sangat penting.
Di artikel ini, kita akan bahas dua gaya berpikir yang bisa jadi game-changer dalam bisnis: Vertical Thinking vs Lateral Thinking. Keduanya penting, tapi tahu kapan dan bagaimana menggunakannya bisa jadi senjata rahasia Anda.
Apa Itu Vertical Thinking & Lateral Thinking?
Dalam dunia bisnis, dua metode berpikir ini sering jadi pendekatan utama dalam menyelesaikan masalah.
Vertical Thinking (Berpikir Vertikal):
Gaya berpikir yang logis, terstruktur, dan fokus mencari solusi terbaik dari opsi yang ada. Sering disebut juga linear thinking, metode ini cocok untuk situasi yang butuh presisi dan efisiensi.
baca juga: the psychology of social media, Jadi Kunci Marketing Efektif di Era Digital?!
Lateral Thinking (Berpikir Lateral):
Lawannya berpikir vertikal. Di sinilah kreativitas dan out-of-the-box ideas bermain. Alih-alih memilih dari opsi yang tersedia, lateral thinking menciptakan opsi baru.
Vertical vs Lateral Thinking? Ini Dia!
-
Cara Menemukan Solusi
Vertical: Fokus pada satu jalan yang terbaik. Kalau sudah ketemu, ya udah, lanjut eksekusi.
Lateral: Terus eksplorasi. Bahkan ketika sudah nemu satu solusi, tetap mikir kemungkinan lainnya.
-
Sifat Dasarnya
Vertical: Rasional, selektif, dan sistematis.
Lateral: Provokatif, fleksibel, dan imajinatif.
baca juga: 9 Tips and Trik Fotografi Produk Estetik ala Tim Marketing Profesional
-
Cara Menyimpulkan
Vertical: Step-by-step. Berurutan dan sistematis.
Lateral: Random tapi insightful. Sering kali hasilnya nggak terduga tapi justru inovatif.
-
Fokus Aspek Pemikiran
Vertical: Identifikasi masalah → rancang solusi → eksekusi.
Lateral: Tanyakan ulang masalah → ubah cara pandang → eksplorasi ide → munculkan perspektif baru.
Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnis? Jawabannya, dua-duanya penting! Dalam dunia nyata, pengusaha sukses tahu kapan harus logis dan kapan harus kreatif.
Ketika membuat strategi pemasaran unik dan nyeleneh, lateral thinking bisa menghasilkan ide viral. Tapi ketika mengatur arus kas atau menyusun SOP, vertical thinking adalah pilihan terbaik.
Kuncinya adalah menyesuaikan dengan konteks dan tantangan bisnis yang sedang dihadapi. Kombinasi keduanya akan membuat bisnis kamu lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif.
Punya ide yang stuck atau butuh strategi yang lebih fresh? Yuk, ngobrol bareng Crack N See! Kami bantu kamu mengubah cara berpikir jadi strategi pemasaran yang berdampak nyata.
